Kuliah IX
Makhluk hidup memiliki banyak keistimewaan. Tidak heran, muncul berbagai teori yang diharapkan menjelaskan tentang makhluk hidup. Bahkan, ada pula teori yang memanfaatkan keistimewaannya itu seperti Fuzzy Logic dan Genetic Algorithm untuk memecahkan masalah sehari-hari.
Perubahan yang terjadi dalam diri makhluk hidup terjadi karena 2 hal, yaitu mutasi dan perkawinan. Mutasi cenderung terjadi karena sinar ultraviolet dari matahari yang menembak bagian dari rantai DNA makhluk hidup. Perkawinan terjadi untuk menggabungkan 2 sifat gen untuk menghasilkan gen yang baru.
Lalu kenapa makhluk hidup perlu melakukan perkawinan? Bukan untuk kesenangan semata tentunya. Perkawinan dilakukan untuk alasan pebaikan gen. Melalui perkawinan, makhluk hidup menghasilkan keturunan yang diharapkan lebih baik daripada induknya. Selain itu, proses perubahan melalui sinar matahari untuk mengubah gen dirasa terlalu lama dan sulit terjadi. Hal ini pula yang menjadi alasan makhluk hidup melakukan perkawinan.
Makhluk hidup memiliki telomer di ujung rantai DNA di mana telomer ini tidak dapat membelah sempurna sehingga ada waktu di mana mereka akan habis. Lalu, apa pengaruhnya? Di saat telomer habis, saat itulah kematian makhluk hidup tersebut. Lalu kenapa makhluk hidup menghasilkan telomer? Telomer ada agar terjadi pergantian generasi untuk memberi kesempatan pada generasi berikutnya sehingga tidak terjadi persaingan dengan generasi sebelumnya.
Jika telomer ini nantinya dapat dimanipulasi oleh manusia, mungkin akan ada masanya di mana manusia tidak akan mati. Baik sengaja walaupun tidak disengaja. Contohnya dengan memanfaatkan teknologi nano. Namun, muncul kemungkinan lain di mana manusia akan bosan hidup terus menerus dan mencari cara untuk mati. Bayangkan saja akan ada prosedur khusus untuk mati, melalui perusahaan jasa yang menyediakan kematian misalnya. Akankah masa depan kita seperti itu?
